"Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian" itulah bunyi pepatah yang sering kita dengar di telinga kita. Tampaknya pepatah tersebut tidak berlaku bagiku. Yang ada pepatah tersebut berubah menjadi "Bersenang-senang dahulu besakit-sakit kemudian". Ya pepatah tersebut memang pantas buatku, karena kesalahanku sendiri atau takdir yang telah menentukan.
Well...Setelah diriku bersenang-senang di Pantai Pasir Putih kemarin, besok paginya aku mendapatkan Kecelakaan sewaktu pulang dari rumah temanku sekitar pukul 9:00 WIB di jalan Ngandiluwih-Kediri dekat PLN Ngandiluwih.
Motor smash ku yang mulus berwarna silver aku kendarai melaju dari arah Keras-Kediri menuju Kediri Kota dengan kecepatan penuh 150 km/h (penunjuk spedometernya aja sampe 140 km/h, bokis ah si rofiq) itu tidak benar saudara readers yang saya cintai, aku hanya melaju dengan kecepatan 60 km/h. "Sumfah Ane Jujur" aku trauma karena aku pernah mendapatkan kecelakaan yang sangat parah hinga gegar otak dan harus di rawat di Rumah Sakit selama 1 bulan lamanya. Sungguh tidak enak sekali sakit seperti itu. Aku Kapok cukup sekali saja penderitaan yang tidak mengenakkan itu aku alami.
Back to the topic!!! Sampai di Jalan Ngandiluwih tiba-tiba seorang anak SMA hendak nyebrang dengan mengendarai honda matic dengan arah horizontal. Tanpa aku sadari anak itu sudah berada di depanku dan aku tak kuasa menahan rem depan dan belakang.
Akhirnya ciuman maut antara suzuki smash dan honda matic tak terelakkan. "Sreeettt...Gubrak!!! Prak!!!" bunyi benturan yang terjadi. "Aaahhh...!!!" aku teriak keras dan berusaha mengerem sekuat tenaga sambil membanting setir ke ruas kanan, dan akhirnya aku jatuh tersungkur dalam keadaan telungkup. Kaki kananku terjepit porsneleng, tangan kananku masih berpegang teguh pada setir yang akhirnya ngeplek aspal jalanan, kemudian lutut kananku mendarat dengan sempurna di aspalan yang
mulus kasar, sehingga lututku lecet dan celana jeans ku robek. Sedangkan anggota tubuh bagian kiri tidak mengalami kontak dengan apa pun. Kecuali tangan kiriku rasanya terkilir karena menahan tubuhku dan bertumpu pada setir kiri. Sampai postingan ini dituruntkan tangan kiriku masih terasa ada yang terkilir meski sudah aku pijit kan di ibu tukang pijit di Desaku sana.
Sedangkan keadaan motorku yang parah adalah bagian depan, terutama lampu dan ban depan langsung pecah karena menukik secara tiba-tiba. Urusan gertak mengertak sewaktu terjadi kecelakaan, adalah hal utama yang dibutuhkan sehingga terjadi kesepakatan motorku di perbaiki sampai pulih kembali. Sedangkan motor dia tidak terjadi kerusakan sama sekali. Sungguh aneh tapi nyata. Padahal jelas-jelas aku yang menabrak motor anak itu dari samping kanan, tapi koq ndak ada yang rusak hanya terjadi goresan-goresan kecil pada body motornya. Yang paling penting adalah kamera SLR ku aman sewaktu jatuh. Untung saja tidak ikut rusak, coba saja kalau ikut rusak pasti aku akan menangis hingga 7 purnama (Lebay...Dah). Lha iya bagaimana mungkin aku bisa membeli kamera itu lagi. Tapi Alhamdulillah semua selamat tanpa ada korban nyawa yang melayang.
Dengan kejadian ini mungkin semua ini ada hikmahnya buat kita bersama (kita?...Elu aja kali fiq) tapi tetap saja aku kalau naik motor melaju dengan kecepatan standart 70km/h dalam jarak 84 km antara Jombang sampai Surabaya yang aku tempuh dalam waktu 2 jam. Itu adalah jarak tempuh yang normal yang aku tempuh tiap aku pulang ke Jombang dalam kurun waktu 8 tahun, dari mulai kuliah di Surabaya sampai sekarang. Sehingga seolah-olah hidupku tua di jalanan,
umurku dihabiskan oleh sang waktu yang terus berputar tak kenal lelah. Sang waktu yang terus berputar yang akan membawa anak manusia untuk berpetualang menyusuri lorong waktu yang tak mungkin diketahui oleh umat manusia mana pun. Apa yang akan terjadi pada kehidupan Rofiq selanjutnya? Apakah Rofiq berhasil menemukan jati diri yang sebenarnya? Nasib apa yang akan membawa Rofiq dalam lembah kehidupan yang penuh dengan misterius ini? Nantikan selanjutnya kisah nyata dari kehidupan Rofiq tanpa cerita karangan yang dibuat-buat. Terimakasih readers sekalian yang saya cintai. Aku sayang kalian semua.
Semoga hari kalian lebih baik dari aku dan jaga kesehat kalian. Take care... Bye...
Saturday, March 14, 2009
Diriku Mengalami Kecelakaan Motor
Thursday, March 12, 2009
Pantai Pasir Putih Tulungagung
Setelah hari Sabtu yang sangat melelahkan itu, aku sampai rumah Jombang pukul 22:00 WIB dan langsung tertidur pulas karena dihinggapi rasa capek yang sangat hebat. Tubuhku terasa lunglai. Terkulai tidak berdaya seperti raga tak bertulang. (lebay)
Minggu pagi aku bangun jam 5:00, badanku masih terasa capek sekali. Otot-ototku terasa kaku bila digerakkan. Tapi aku harus pergi untuk melakukan perjalananku lagi. Kemanakah itu?
Jam 7 setelah selesai mandi dan sarapan aku bergegas berangkat menuju tujuanku. Aku pamitan dan minta ijin kalau nanti malam aku tidak pulang alias nginap di rumah teman.
Akirnya sampai di Kediri kira-kira jam 9. Jalanan terlihat becek ternyata tadi pagi habis hujan deras. Tapi itu tidak menyurutkan niat ku untuk berangkat ke Tulungagung.
Mungkin di sana jalanan juga licin jadi aku harus hati-hati.
Tiba di Pantai Pasir Putih Tulungagung sekitar jam 12 an. Wow...terpampang di depan mata layaknya lukisan laut yang sangat biru, ternyata pantainya sudah di penuhi manusia, tua-muda, cow-cew semua berkumpul tumplek blek jadi satu. Emang bukan panati pribadi sih jadi ya mau-gak mau harus berbagi dengan pengunjung lainnya. Pengen nya sih punya pantai sendiri tapi berapa duit ya beli pantai? (khayal dot com).
Tidak terasa sudah sore dan aku harus meninggalkan pantai yang indah ini. kapan-kapan aku akan mengunjungi kamu lagi, semoga kamu masih seindah seperti sekarang ini.
Dalam perjalan pulang kami melewat kios durian yang sangat menggoda dari mulai perjalanan tadi. Sehingga kami tertarik mampir di salah satu kios durian di pinggir jalan pegunungan yang berlika-liku. Ma'af screen shoot durianya tidak ada dikarenakan kami sama-sama asyik makan durian sehingga tangan kami blepotan oleh daging durian yang berlemak itu. Hmmm...Yummmiii...Enak sekali.
Sampai rumah aku segera membersihkan badan supaya segar sekali karena seharian kami terbakar oleh terik matahari dan sapuan debu-debu jalanan. Owh lelahnya...Tanpa dikomando lagi oleh pikiran, tubuhku seakan ingin merebahkan diri dan mata juga ingin terpejam sampai besok pagi, dengan mimpi yang ada dalam imajinasi ku, aku mengunjungi pantai-pantai indah dan entah apa lagi yang akan terjadi selanjutnya pada diriku.
Hari Sabtu yang Melelahkan
Sedangkan rekan lainya. Mempersiapkan masakan jepang bernama Onigiri.
Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana caranya membuat Onigiri mungkin lain kali akan aku coba untuk menjelaskan makanan Jepang ini.
Tamu satu bus dari SMA 2 Batu Malang sudah datang. Kami sibuk mempersiapkan materi yang akan di sampaikan kepada para Siswa-siswi SMA 2 Batu malang.
Duh capeknya diriku, harus naik-turun tangga menuju lantai 4 dan lantai 3, secara aku menjadi seksi dokumentasi jadi aku harus naik-turun tangga.
Pukul 16:00 WIB acara kunjungan sudah berakhir tapi aku tidak bisa langsung pulang begitu saja. Aku juga harus ikut bantu beres-beres. Huft... melelahkan sekali hari sabtu.
Setelah selesai membereskan
Wow sungguh berat titipan kakak ku meski cuman 2 macam, tapi besi penyangga X-bannernya itu lho yang bikin aku bingung bawanya coz aku naik motor.
Akhirnya sampai juga di rumah Wiyung. Aku langsung beres-beres untuk pulang ke Jombang. Untung kakak iparku juga pulang bersama keluarganya membawa mobil, jadi aku bisa nitip X-banner itu di dalam mobilnya. Sehingga aku pulang ke Jombang tanpa harus membawa barang berat.
Aku pulang ke Jombang kira-kira pukul 7:00 WIB. Suasana jalan begitu ramai banyak orang yang mudik karena hari senin libur.
Aku sampai di rumah Jombang pukul 10 malam. Sungguh perjalanan yang melelahkan dan lama sekali.
Hari sabtu ini benar-benar sangat melelahkan. Belum lagi besok aku harus melakukan petualanganku ke sebuah tempat yang indah, sorga dunia yang diimpikan setiap orang.
Friday, March 6, 2009
Ganti Template
Akhirnya aku ganti Template atas saran temanku Rampadan dan juga keluhan-keluhan dari sahabat-sahabat bloger aku di seluruh Nusantara (Jeh seluruh nusantara? emang ada yang ngunjungi blogmu?), seperti Pande Baik dari Bali.
Kata temanku Rampadan bilang "Mas lain kali kalau ganti Template pilih Widget sidebar yang sebelah kanan."
"Emang kenapa dan, kalau widget sidebar ada di sebelah kiri?" tanyaku dengan penuh keraguan.
"Waktu loading buka blog mas, itu yang pertama kali di buka yang sebelah kiri." Jawab Rampadan dengan tegas tanpa ragu-ragu.
Iya juga ya pikirku dalam hati, karena pada saat loading membuka suatu web, aku lihat transfer data di status bar bawah, yang terbuka duluan bagian yang sebelah kiri kemudian berlanjut yang sebelah kanan.
Sebenarnya aku sudah tau dari dulu, tapi koq tidak terpikirkan olehku ya dengan Templateku yang lama kalau di buka jadi lemot. Tapi apa gara-gara template kalau buka blog ku jadi lemot? kalau aku pikir mungkin gara-gara koneksinya kali.
Pande Baik juga bilang "Kenapa blog kamu koq berat banget waktu dibuka?"
aku jawab sekenanya "ya kagak tahu Bli pande, mungkin saja koneksi anda yang lemot."
Tapi setelah ganti template yang side bar ada di sebelah kanan, artikelnya jadi agak mudah kebuka duluan.
Ternyata komplain tentang templateku yang super berat dibuka tidak dari kedua temanku itu saja, tapi juga dari teman-teman bloger lainya.
Dengan berganti template yang baru ini, menurut teman-teman apakah blogku masih berat dibuka?
Seandainya masih berat dibuka, kesalahan terjadi karena pada koneksi anda. Jadi jangan salahkan blog saya yang sekarang menjadi menawan. Hehehehe...
Tuesday, March 3, 2009
My Journey
Huft...Benar-benar Perjalanan gila. Bagi aku ini tidak seberapa, tapi entah bagi readers sekalian.
Begini story nya :
Seperti biasa hari Senin (2/3) aku balik dari Home Sweat Home di Megaluh Jombang pukul 5 pagi buta menuju Surabaya. Bgiku itu sudah menjadi agenda rutin balik dari Jombang ke Surabaya sejak aku kuliah dulu. Jombang-Surabaya serasa dekat saja bagiku. Karena sudah terbiasa seperti perjalananku ke Jogaja beberapa tahun yang lalu.
Aku sampai Surabaya pukul 07:00 WIB dan aku langsung sarapan trus mandi langsung berangkat ke Kantor. Alhamdulillah aku tidak telat seperti biasanya, meski telat 10 menit itu sudah biasa dan tidak menjadi masalah. Yang menjadai masalah adalahtidak masuk tanpa alasan yang jelas. Kalau akau sih tidak masuk pasti kasih alasan yang jelas dan masuk di akal. Bukan bolos loh...tapi demi kepentingan Kantor juga. (Alibi mode on)
Setelah selesai makan siang aku teringat kalau amplop dan kop surat untuk Kantor belum di cetak. "Owh mai good" apa yang harus aku lakukan? aku kebingungan (halah kayak orang penting saja, serius banget) .
Pulang kator aku harus pulang lagi ke jombang.(Whaat...baru datang tadi pagi sore ini harus pulang lagi ke Jombang?) Mau tidak mau dan harus mau di paksa akhirnya aku pulang juga ke Jombang dengang hujan-hujan ria karena cuaca Senin sore tidak bersahabat. Keadaan badanku juga belum sehat betul, tapi apa mau dikata?
Kenapa harus pulang? Ada dua alibi :
1. Celana hitam plus sabuk buat kerja ketinggalan di rumah Jombang.
2. Cetak Kop Surat dan Amplop di percetakan kakak ku sendiri. Lebih murah.
Akhirnya aku sampe rumah Jombang pukul 19:00 WIB dalam keadaan megigil kedinginan, masih berbalut pakaian jas hujan. Benar-benar dingin malam itu. Sampai-sampai aku tidak kuat menahat kantuk karena dari pagi aku tidak beristirahat sama sekali. Selesai makan malam aku banting tubuh mungilku ke spring bed untuk meluruskan tulang-tulangku yang sudah mau lepas dari tubuhku.
Pagi-pagi aku bangun trus langsung menyalakan Komputer usang dalam kamar yang jarang aku tinggali kalau aku tidak pulang ke rumah. Aku coba setting kop surat beserta amplop secepat kilat, karena model desainnya simple. Selesai langsung aku save dan segera berangkat menuju percetakan Kakak ku di Jombang kota.
Urusan tidak terlalu ribet, data yang sudah aku copy aku serahkan ke Brodin salah satu karyawan Kakak ku. Beres...karena Brodin sudah aku loby seminggu yang lalu tentang orderan ini. Aku langsung siap membelah jalanan Jombang-Mojokerto-Surabaya pukul 09:10 WIB. Wees....Bablas angine. Secepat kilat melaju di jalan raya. Hehehe...bohong saudara-saudara kecepatanku rata-rata 60 Km/Jam karena aku trauma dulu pernah Gagar Otak. Kapok gag kepingin seperti itu lagi coz rasanya ndak enak blas.
Wow...wow...wow...Sampai Surabaya pukul 11:15 WIB Secara perjalananku ngremet alias pelan-pelan asal selamat, sehingga sampe 2 jam perjalanan. Langsung menuju Kantor tanpa harus pulang dulu ke perumahan Wiyung Surabaya. Alhasil sampai Kantor pukul 11:20 WIB, suatu rekor terlambat yang pernah aku pecahkan. Datang ke kantor siang-siang. Tentunya sudah ijin saudara-saudara.
Dah datang terlambat, pol terlambat Eh....pas makan siangnya si BOZ ngajak makan siang di Resto Iwake dalam Rumah Sakit SILOAM, secara Kantorku dekat Rumah Sakit SILOAM. Wah senangnya...dah perut mulai teriak-teriak minta di isi ada rejeki nomplok. Memang kalau sudah rejeki itu tidak lari kemana-mana. Terima kasih pak BOZ. Tumben hari ini pak BOZ baik ada apa ya? (Hush...rofiq gag boleh curiga, dosa)
Iya ma'af pak BOZ.
Dah ah hari sudah gelap (jeh baru juga jam 4 sore) iya bagiku dah gelap coz dah waktunya pulang dari sawah. lelah seharian macul. (Lelah? emang ngapai aja? cuman internetan mulu koq lelah). Iya lelah toh, lelah di mata lelah di otak coz seharian duduk di depan kompi yang terhubung internet. Dah ah...gag pulang-pulang aku. Bye...