Wednesday, March 20, 2013

Bahasa Gadget


Bersama Ken Takemoto

B
ahasa, sebagai gejala dan kekayaan sosial tidak akan pernah berhenti sejalan dengan perkembangan pemakainya. Pemikiran manusia dan tingkah laku manusia ditandai satu gejala alami yaitu perubahan. Perubahan adalah ciri pembeda dari umat manusia. Perubahan tingkah laku bahasa terjadi pada setiap ruang dan waktu dari satu suasana ke suasana lainnya. Bahasa tidak pernah hadir dalam kehampaan, ia selalu diwarnai dengan perubahan-perubahan sosial. Bahasa senantiasa sejalan dengan perkembangan sosial pemakainya.



Tampilan setting pada Blackberry

Bahasa sebagai alat berfikir dan berkomunikasi selalu berubah bentuk terus-menerus seiring dengan perkembangan waktu. Bahasa selalu berubah-ubah dan tidak bisa kita hindari. Perubahan pada bahasa bisa terjadi pada kosakata, susunan kalimat ataupun maknanya. Perubahan ini akibat dari penemuan-penemuan baru dalam perkembangan bahasa, yang menuntut adanya pengistilahan baru dalam menggambarkan makna yang tepat.


Menu pada Blackberry


Begitu pula bahasa yang di gunakan pada peralatan elektronik mempunyai ciri dan arti sendiri-sendiri. Sering kali kita menemui kejadian lazim yang terjadi pada pengguna gadget yang menggunakan bahasa Indonesia. Maaf, meski saya orang Indonesia bukan maksud saya tidak mencintai bahasa Indonesia, tapi kalau bahasa pada gadget berubah agak aneh dan kita akan sulit memahami maksud dari perintah yang di sebutkan oleh gadget tersebut. karena kejadian ini sering saya alami suatu ketika sanak saudara atau teman bertanya apa yang harus di lakuakn bila pengguna sudah menemui jalan buntu tidak mengerti apa yang akan di lakuakan terhadap benda yang berpengaruh besar pada manusia di era sekarang. Karena gadget tersebut sudah tidak menggunakan bahasa default atau English.


Menu start dalam bahasa Jepang


Contoh kejadian simple saja, teman di BBM bertanya, "ini caranya gimana supaya DPku jadi keliahatan penuh?" Sepontan aku jawab, "coba kamu zoom out sampai terlihat penuh." dari seberang plonga-plongo alias Oneng. "pilihannya yang mana?". Oh...no...Langsung telan BB saya.


Malah kasus yang ini sering saya temui di kantor. Dimana salah satu laptop kantor pemberian dari Ken Takemoto orang Jepang. Sehingga otomatis laptop itu isi perintahnya bahasa Jepang semua. Memang sih tidak terlalu sulit bagi kami sebagai orang yang bekerja di bidang bahasa Jepang untuk memahami maksud perintah tersebut. Tapi pasti menemui kendala teknis dalam prakteknya.



Suatu ketika si BOZ minta bantuan pada saya, "ini bagaimana caranya?" kemudian saya berfikir, secara ya si BOZ itu seorang Profesor dalam bidangnya. Dan pernah tinggal di Jepang puluhan tahun jadi perintah yang muncul di komputer berbahasa Jepang sudah barang tentu dibabatnya habis. Bukan hanya laptop tapi BB nya juga berbahasa Jepang. Kalau ada trouble pasti menggegerkan semua orang yang ada di kantor.



Kenyataanya dalam praktek, setelah dibaca berulang-ulang masih belum ngerti maksud perintah tersebut. Kadang saya sampai mengeluh, kenapa sih harus menggunakan bahasa Jepang di saat darurat seperti ini. Ketika saya di perintah untuk membetulkan sesuatu yang berhubungan dengan gadgetnya, entah iPad, laptop atau BBnya. Saya selalu bilang "Nihongo de! (bahasa jepang lagi)" langsung si BOZ nyletuk, "Nihongo o benkyousuru desu yo? (kamu kan belajar bahasa Jepang?)". Saya jawab tidak kalah garangnya, "Iya pak, tapi sekarang kan bukan saatnya kuliah bahasa Jepang, tapi sekarang dalam keadaan darurat." Sebel gue. Soalnya pasti rumit dan harus buka kamus atau menerka-nerka apa masudnya ini.



Pernah sih laptopku aku rubah menjadi bahas Jepang, sehingga perintah start sampai ke control panel pun berubah menjadi bahasa Jepang. Pikir saya dengan begini saya juga bisa mempelajari perintah dalam bahasa Jepang. Tapi apa saat laptopku trouble dan muncul perintah-perintah yang harus di jalankan supa ya laptop kembali normal. Saya langsung shock, apa yang harus aku lakukan? apakah harus buka kamus terus saat trouble begini. Oh No....Enough! Akhirnya aku rubah kembali ke bahasa default.



Mungkin kasus seperti ini bukan pada tempatnya kalau aku mengartikannya. Karena apa? karena pada saat kita kesulitan dalam perintah-perintah bahasa Jepang kita tidak langsung memahaminya dengan jelas. Masih meraba-raba apa yang dimaksudkan. Sehingga lebih baik menggunakan bahasa defaul saja terkecuali kalau penggunaya memang asli orang Jepang.


Saturday, January 19, 2013

Aku dan Urinoir



K
ira-kira apa yang di benak kalian kalau melihat gambar di atas? bagi kaum hawa mungkin bertanya-tanya gambar apa gerangan? Itu adalah gambar Urinoir. Urinoir adalah tempat pipis pria dan adanya cuman di toilet pria, nggak mungkin kan urinoir ada di toilet wanita #Jayus.

Long long ago...gue pertama kali kenalan sama Urinoir sungguh sangat kaget bukan main. Masalahnya gue di besarkan di keluarga muslim dan di ajarkan kebersihan setelah buang air kecil harus di bersihkan pakai air. Gue mikir gimana cara membersihkan setelah habis pipis?

Gue punya akal, dengan cara menekan tombol kran air dan tangan gue tadahkan di bawahnya yg terletak di atas urinoir sehingga gue bisa membersihkan sehabis pipis. Mungkin agak terlihat sedikit menjijikan ya bagi yang melihatnya tapi apakah orang sedang pipis dilihatin gitu? sudah lewatkan saja. Hahahaha...

Meski sudah di bersihkan dengan air dari kran urinoir tadi, gue juga bawa tisue untuk membersihakn tadi karena gue tidak terbiasa kalau basah. Gimana ya...pokoknya safety aja deh demi kebersihan. Biar gue dikatain seperti anak cewek yang penting gue bersih. Bukankah
النظافة من الإيمان


"Kebersihan sebagian dari Iman"

Seiring kemajuan jaman, tidak hanya ponsel saja yang berkembang tapi urinoir juga mengalami perkembangan. Dewasa ini banyak urinoir yang sudah menggunakan sensor tubuh sehingga air mengalir begitu saja jika kita hendak pipis di hadapannya.

Jadi tombol kran yang terletak di atas sudah tidak ada, sudah di desain sedemikian rupa. Ketika gue masuk ke toilet pria gue tidak langsung pipis gue pura-pura cuci tangan dulu di wastafel maksud saya melihat situasi keadaan urinoir tersebut. Apakah sesuai dan layak di gunakan atau tidak. Yang pasti gue test dulu apakah airnya keluar dengan sempurna apa tidak. Kalau tidak keluar airnya baru gue lari ke bilik toilet closet.

Nah...permasalahannya adalah, kalau tolet sedang ramai kayak pasar. Gue benci banget bila urinoir tersebut tidak mengeluarkan air ketika kita sudah di hadapannya. Mataku berkeliaran mencari sumber sensor tersebut. Ada model urinoir yang sensornya ada di atas seukuran dada berwarna hitam. Pernah gue gesek-gesek dengan tangan dengan maksud sensor suhu tubuh dari tanganku bisa mengeluarkan air. kadang airnya keluar tapi kasusnya lebih sering tidak keluar airnya. Sampai teman di sebelahku teriak "kamu geser dulu gih trus balik lagi nanti pasti keluar airnya". Gila aja masak menggeserkan badan sambil pegangin Mr.P. Hadeh...!!!

Tapi kenyataanya memang benar, gue lihat temaku bergeser sedikit sambil nutupin anunya dan alhasil keluarlah air dari urinoir. Busyet dah...kalau toiletnya rame kayak apa jadinya. Makanya gue selalu ambil tisue toilet sebelum pipis demi diriku sendiri. Whatever apa kata mereka.

Mungkin gue aja kali belum siap menerima kemajuan jaman terutama dalam hal sepele tentang alat pipis pria ini. Hahahahaha... kalau gue mikir-mikir alat ini nggak cocok buat pria muslim. Itu cuman anggapan gue saja loh, jangan di debatkan. Nggak penting kan? Semoga pengalaman ini tidak terjadi pada kalian.

Friday, December 28, 2012

Barfi (Sinopsis)

Directed by Anurag Basu
Produced by Ronnie Screwvala
Siddharth Roy Kapoor
Written by Anurag Basu
Narrated by Ileana D'Cruz
Starring
  • Ranbir Kapoor
  • Priyanka Chopra
  • Ileana D'Cruz
  • Saurabh Shukla
Music by Pritam
Cinematography Ravi Varman
Studio Ishana Movies
Distributed by UTV Motion Pictures
Release date(s)
  • 14 September 2012
Running time 150 minutes
Country India
Language Hindi


Cinta tanpa syarat. Itulah yang terjadi di antara Barfi (Ranbir Kapoor) dan Jhilmil (Priyanka Chopra). Barfi terlahir tuli dan bisu sedangkan Jhilmil terlahir Autis. Pertemanan mereka semenjak kecil menyatukan sampai akhir hayat.

Dalam kehidupan Barfi hadirlah Shruti (Ileana D'Cruz) dimana Barfi sangat mencintainya. Tapi apa boleh buat Shruti sudah bertunangan dan akan segera menikah. Barfi meminta maaf dan memohon untuk sebagai temannya saja. Tapi sebenarnya Shruti mencintai Barfi. Demi ego dan martabat orang tuanya Shruti berkompromi dengan perasaannya.

Kehidupan berlalu tahun demi tahun berganti. Tapi Shruti tidak menemukan kebahagiaan bersama suaminya. Dia malah lebih nyaman bersama Barfi. Tapi mengetahui kalau Barfi bersama Jhilmil hidup bersama karena suatu permasalahan yang rumit dimana Jhilmil sedang di culik dan Barfi lah yang menyelamatkan dari penculikan tersebut.

Mengetahui kalau Barfi dan Chilmil tidak menikah dan hanya sebatas teman saja. Shruti mempunyai harapan lagi untuk mencintai Barfi dan berlanjut ke pernikahan. Tapi apa, meski sudah menikah dengan Barfi, hati Barfi masih terus memikirkan Jhilmil yang entah hilang kemana untuk yang ketiga kalinya. Sampai pada suatu saat Barfi teringat nomor telfon yang di sobek dulu. Dan ternyata di tulis sama Jilmil di tembok. Barfi menyuruh Shruti untuk menguhubungi nomor tersebut dan akhirnya Jhilmil di ketemukan.

Melihat kejadian itu Shruti sangat sedih sekali karena tidak bisa merebut hati Barfi. Mungkin inilah yang di namakan Cinta tanpa Syarat bahwa untuk mencintai seseorang itu tanpa memandang kekurangan yang dimilikinya. Sampai pada suatu hari dimana ajal telah menjemput. Barfi meninggal bersama Jhilmil di pelukannya. Melihat kejadian itu Shruti menangis sejadi-jadinya. Bahagia karena Barfi telah pergi bersama orang yang di cintainya yaitu Jhilmil.

Film yang menguras emosi ini terbagai mejadi beberapa alur yang sangat membingungkan bila kita tidak konsen pada jalan ceritanya. Pada intinya alur maju mundur tesebut akan bertemu pada suatu titik permasalahan dari inti cerita tersebut. Selamat menonton.



Monday, December 17, 2012

Ponsel Baru

O
h...No...aku telah termakan omonganku sendiri. Betapa tidak aku dari dulu sudah sesumbar pada tema-temanku kalau aku tidak akan memakai smartphone BB. Bukannya aku tidak mampu beli BB - tapi kenyataannya aku emang tidak mampu beli BB - tapi memang ponselku yang super jadul itu masih bisa di gunakan, buat apa beli ponsel baru pikirku.

Waktu itu adalah usia terakhir ponselku yang jadul itu. Tanpa aku sadari aku telah berpisah dengan ponsel yang selalu menemaniku kapan pun dimana pun aku berada dari jaman kuliah sampai sekarang dia tidak pernah lepas dari genggamanku. Hari itu dia telah meninggalkanku untuk selama-lamanya. Wajahnya menjadi pucat - alias layarnya blank menjadi putih - tak bergerak sedikit pun. Tidak menandakan kalau dia masih hidup apa tidak.

Aku tidak hidup di jaman purba tanpa gadget bisa hidup makmur. Aku dilahirkan di jaman yang super canggih apakah aku akan terpuruk seperti ini terus dan ketinggalan informasi yang paling aktual. Tentu tidak aku harus berjuang untuk mendapatkan ponsel baru supaya aku tidak ketinggalan informasi.

Awalnya aku ingin memilih smartphone si hijau lumut aka android. Tapi setelah aku pikir-pikir buat apa aku beli android lagi. Beberapa bulan yang lalu aku sudah beli AndroTab dari Smartfren. Awalnya aku beli AndroTab karena aku ingin online 24 hour kapan pun dimana pun. Dan akhirnya kebeli sudah android yang aku agungkan, seperti gunung yang meletus dan memuntahkan lahar tanda sudah terpenuhi keinginan nafsu duniawiku.

Setelah di pertimbangkan akhirnya aku jadi memilih BB dengan alasan 90% ex teman kuliahku memakai BB. Dan aku dapat hasutan dari salah satu temanku untuk membeli BB. Sekarang tinggal memilih jenis BB apa yang harus aku gunakan. Dengan keputusan yang sangat halus dan latar belakang keuangan yang sangat-sangat seret. Aku mumutuskan membeli BB yang sangat murah meriah. Dan terpilihlah BB DAVIS sebagai nominasi juara pertamanya.

I♥U Davis sekarang kamu ada di genggamanku. Semoga kamu selalu setia bersamaku.

Monday, October 29, 2012

Telur

T
elur adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein dan delapan macam asam amino, sehingga berguna bagi tubuh apalagi untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan. Sewaktu saya kecil dulu saya suka sekali makan telur, dari telur rebus, telur dadar dan telur mata sapi, semuanya saya suka.

Padahal sewaktu kecil dulu saya punya penyakit kulit kata dokter alergi terhadap telur sehingga kalau sehabis makan telur kulit saya langsung merah dan gatal-gatal. Sehingga saya tidak boleh makan telur. Tapi dasarnya masih anak-anak saya tidak menghiraukan larangan tersebut saya tetap makan telur kesukaan saya kapan pun saya ingin makan.

Meskipun begitu, kata dokter nanti kalau sudah gede alergi tersebut akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Te...re...ret...ternyata memang benar aku sudah tidak alergi lagi terhadap telur. Kayaknya malah kebal terhadap penyakit gatal tersebut.

Sampai sekarang saya masih suka dengan telur. Sampai-sampai di meja kerjaku ada telur puyuh yang kebetulan aku beli pas lewat di depan warung. Nggak tahu ya kenapa aku suka banget sama telur. Beli satu bungkus kurang saya beli tiga bungkus sekaligus yang isinya satu bungkus ada lima.

Kalau masak mie goreng pasti tidak pernah ketinggalan telur mata sapi yang melengkapinya. Kalau saya pulang Ibu ku pasti sudah hafal apa yang harus di hidangkan di meja makan biar saya tidak rewel dan makan di luar. Yang pasti telur harus tersaji di meja makan. Sudah gitu saya dengan lahapnya makan telur dadar di cocol sambal terasi khas buataan Ibuku.

Siang-siang gini membayangkan makanan jadi ingin pulang saya. Tapi harus nunggu minggu depan. Demi telur dadar dan sambal terasi.

Maak...aku muléh...!!!



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...