Monday, October 8, 2012

Aku Jatuh Sakit

Sehat itu
Mahal Harganya...

B
ulan Oktober aku disibukkan oleh serangkaian acara mendadak yang tidak terduga. Aku menjalaninya dengan suka dan duka. Kerja srabutan yang aku jabani tiap hari berjalan normal tanpa ada hambatan apa pun.

Ketika perhelatan pernikahan saudaraku usai dilaksanakan. Semua sanak saudara kembali keperaduan masing-masing untuk menjalankan aktivitas masing-masing seperti semula. Termasuk aku.

Waktu itu aku merasa sehat-sehat saja, tapi tanpa di sangka pada hari Kamis kira-kira jam 10 aku mendadak menggigil kedinginan. Aku terserang demam, badan menjadi kaku, Tenggorokan rasanya tersumbat, kepala pusing dan mata rasanya pedih sekali. Aku tersungkur di meja kerjaku. Aku mencoba minta bantuan ke rekan kerja ku untuk mengantarkan ke Rumah Sakit terdekat.

Sampai di Rumah Sakit yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor tempatku bekerja. Aku segera di periksa oleh Dokter Perempuan. Ditanyai segala macam keluahanku apa yang telah aku rasakan. Suhu tubuhku 39.8°C. Tensi darah ku normal. Yang aku rasakan sekarang hanyalah panas dingin, tenggorokan sakit, dan kepala berkunang-kunang.

Sesampai di kantor aku segera mengambil tas. Aku pamitan untuk pulang lebih awal. Kunci motor aku tinggal karena aku sudah tidak sanggup lagi naik motor dalam keadaan sakit dan cuaca panas yang sangat ekstrim. Taxi membawaku pulang dengan perlahan karena kalau jalan agak cepat dan kedapatan goncangan kepalaku rasanya sakit sekali. Inginnya agar cepet sampe rumah tapi goncangan akibat jalanan berlubang menambah penderitaanku saja.

* * *

Akhirnya aku sampai di rumah juga. Aku langsung naik ke kamarku di lantai dua. Kakak ku inginya aku tidur di lantai bawah saja agar kalau terjadi apa-apa bisa segera menolongnya. Tapi aku menolaknya dengan alasan di bawah berisik sekali karena keponakan sedang bermain-main, ada yang main PS, ada yang nonton TV. Bisa-bisa aku tidak bisa istirahat.

Aku resmi sakit ternyata. Aku terbaring sendirian di kamar atas. Tidak sempat menganti pakaian, aku mencoba untuk segera tidur agar tidak merasakan penderitaan. Semoga aku terlelap dan mendapatkan aku bangun sudah sehat seperti sedia kala. Amien...


Wednesday, October 3, 2012

Mengalah Itu Lebih Baik

M
endengar maraknya berita tawuran di TV gue jadi teringat masa SMA dulu. Gue itu orangnya yang anti tawuran banget, gue anak baik-baik tidak suka yang namanya tawuran. Terserah gue mau di katain anak banci atau penakut lah kagak masalah, asal elu jangan senggol gue aja. Jadinya "SEBA" Senggol Bacok aja nantinya. Gaswat!

Gue yakin dan seyakin-yakinnya kalau gue tidak punya musuh karena gue tidak suka ikut geng tawuran di sekolah SMA gue dulu. Tapi sewaktu pas gue nunggu angkot untuk pulang dari sekolah karena waktu itu gue tidak bawa motor karena motor lagi di pake orang rumah. Tiba-tiba gue di samperin sekitar kurang lebih lima anak. satu anak badannya tinggi dalam hitungan detik nonjok gue. "JROOOTTT" badanku terhunyung gontai, kepala langsung pusing mata berkunang-kunang.

"Heh...gue salah apa? elu tiba-tiba nonjok gue!" Teriak gue agak gemetar ketakutan. Jelas saja gue ketakutan setengah mati. Dari dulu gue kagak pernah dapat jotosan gratis seperti ini dan apalagi gue sendirian gak ada teman.

Mengetahui gue tidak berani melawan dan badanku gemetar, salah satu anak dari kelompok tersebut yang badannya kurus kecil mencegah untuk tidak menonjok gue lagi. Kemudian dia berkata "elu jangan berani-berani dekatin dia, apalagi bonceng dia". Lalu tanpa di suruh kelima anak yang menyerangku tadi nylonong pergi begitu saja tanpa ada bebaban. Gue bengong seketika dan berfikir apa maksud perkataan anak tadi.

* * *
Diam Bukan
Berarti Pasrah
dan
Mengalah bukan
berarti kalah

Besoknya gue mulai berfikir jernih lagi. Gue harus cari tahu apa maksud perkataan kemarin. Setelah gue selidiki ternyata anak yang nonjok gue kemarin itu suka pada cewek yang aku barengi pulang naik motor.

Jadi begini, gue sekolah waktu itu bawa motor. Secara jaman-jaman segitu anak SMA bawa motor masih langka dan wah karena bawa motor ke sekolah. Gue waktu itu kelas tiga sedangkan gadis itu sebut saja bunga (kasihan ya yang punya nama asli bunga selalu di jadikan nama samaran meski imejnya jelek atau tidak) kelas satu. Rumah gue nglewatin desa rumah bunga berada. Jadi dari pada jok motor ku kosong sia-saia aku tawarkan pada dia gue ajak bareng lumayan kan dari pada dia himpit-himpitan naik angkot.

Selidik punya selidik ternyata ada mata-mata di kelas bunga yang disuruh sama cowok yang nonjok gue kemarin. Kayaknya tuh cowok suka sama si bunga tapi bunga tidak merasa kalau dia di sukai cowok itu dan cowok brengsek tersebut bukan dari satu sekolah, melainkan anak dari sekolahan STM di kota, Sedangkan Sekolah gue ada di kecamatan. Gue tahu itu ketika gue satu angkot sama berandalan itu dan gue melirik badge yang nempel di bajunya dan kayaknya dia tahu siapa gue dan lirak-lirik nglihatin gue. Mungkin dia mikir "bukankah anak ini yang pernah gue tonjok dulu" masa bodoh gue acuh gak merhatiin dia lagi, gue alihkan pandangan mata gue ke jalan raya.

Sejak kejadian itu gue bener-bener kapok tidak mau mendapat masalah lagi. Akhirnya gue jadi cuek sama bunga seolah-olah gue gak pernah kenal dan gak pernah ospek dia. Gue akhirnya memilih untuk aman dan menghindari anak yang berkelompok yang merasa tidak gue kenal. Gue trauma dengan tojokan di muka gue. Seumur-umur baru sekali ini gue di tonjok tepat sasaran di muka gue. Maaf ya gue bukan pengecut yang lari dari masalah, tapi gue pilih amannya saja demi kesalamatan diri sendiri. Gue tidak peduli yang orang lain katakan terhadap gue, yang penting gue selamat.


Saturday, September 22, 2012

No Title

Keinginan untuk menulis itu ada, tapi setiap mengetik beberapa paragraf hati ini selalu mengurungkan niat untuk meneruskannya kembali karena malu untuk menuliskan cerita kehidupan sehari-hari dan berfikir apakah layak kehidupan pribadi di share lewat blog. Sehingga terhenti sudah kegitan tulis menulis di blog dan meneruskan aksi komen-komen saja di blog yang sudah aku bookmark.

Kalau melihat dan membaca postingaku di blog yang terdahulu, aku selalu tersenyam-senyum sendiri betapa konyol dan lugunya aku waktu itu. Dengan tanpa beban menuangkan segala cerita pribadi ke dalam blog. Pernah aku hapus postinganku satu demi satu setelah aku baca ulang, kadang aku merasa sayang untuk di hapus karena cerita tersebut mengingatkanku pada kenangan yang pernah aku lalui dulu.

Semoga perasaanku masih tetap sama seperti yang dulu. Masih bisa menuangkan segala keluh kesah melalui jurnal pribadiku ini. Pahitnya kenyataan hidup tidak bisa di bohongi tapi kalau manisnya hidup masih bisa di bohongi dengan menghibur diri di dunia yang tak berujung ini.

Saturday, July 21, 2012

Jangan Ganggu Aku

S
udah lama aku tidak menengok rumahku ini, pasti dengan alasan klise "sibuk" sehingga tidak terawat blog ini. Tapi memang tahun ajaran baru ini rutinitas seabrek. Dari ngurusin percetakan buku "Minna no Nihongo" sampai ngurusin tamu dari 3A Network Jepang. Dooh...mumet.

Yang paling utama adalah urusan pribadi, dimana orang lain tidak bisa mengganggu gugat urusan pribadi kita. Dengan kata lain sudah di pasang stiker bertuliskan "Privacy" sehingga orang lain tidak berani mengganggu urusan pribadi seseorang. Terkecuali orang yang tidak punya etika sama sekali, sudah tahu bukan jam kantor masih aja telpon dan SMS. Pasti gue rijek dan tidak gue balas tuh SMS.

Monday, July 2, 2012

宝くじ


宝くじ

宝くじが当たりました。10億ルピアです。信じられません。仕事をやめます。そして色々な国へ遊びに行きたいです。家や車が欲しいです。