Monday, August 9, 2010

I Need Your Help

Semilir angin kemarau terasa panas di badanku, aku engan untuk melakukan apa-apa selain bermalas-malasan. Tapi apa yang terjadi jika aku bermalas-malasan jika tidak ada hasilnya, ya...aku tidak akan bisa bertahan hidup dalam memperjuangkan ganasnya hidup ini. Selama ini hidupku di bilang pas-pasan, dan aku mensyukuri dengan karunia yang telah di berikan padaku. Kadang aku mengeluh kenapa nasibku tidak lebih baik dari sekarang, tapi setelah aku mencoba menoleh kebelakang, aku jadi tahu tentang apa arti hidup ini sebenarnya.

Hidup bagiku tidak hanya mempertahankan dari kelaparan saja, tapi hidup juga berguna bagi siapa saja yang ada di sekitar kita, terutama bagi kedua orang tua tercinta. Aku menikmati hidupku yang sendirian. Meski di tempat ramai aku merasa kesepian tanpa teman satu pun. Well...aku tidak sendirian di dunia ini, mungkin kata itu cukup untuk menenangkan perasaanku yang sedang kalut. Semua orang mempunyai masalah yang sangat rumit, begitu juga masalahku, tapi bagiku masalahku tidak serumit masalah orang lain yang sampai harus bunuh diri karena lelah menanggung derita hidup. Whaaat...bunuh diri...tindakan konyol. No Thanks. Aku masih ingin makan pecel enak di belakang Royal Plaza. Ckikikikik....

Well...sejak kejadian itu aku terus berusaha memecahkan masalahku sendiri. Bagaimana aku harus membayar uang ganti rugi setelah kejadian yang aku alami. Meinta bantuan sama orang tua...oh...No! thank you. Bukan bantuan yang saya dapat tapi omelan petuah bijak yang aku terima, karena aku sudah mengalami Accident untuk yang terakhir kalinya. Aku sudah di didik oleh kedua orang tuaku untuk mandiri. Sehingga hal apa pun yang menurutku bisa aku selesaikan sendiri, bisa aku selesaikan sendiri sejak aku masih duduk di bangku SD.

Satu-satunya harapanku adalah my Best friends ku. Sahabat dalam segala suka dan duka, yang bisa membantu sahabatnya dikala membutuhkan bantuan. Entah bantuan finansial atau pun rohani. Tapi di sini aku sangat membutuhkan bantuan finansial demi menyelesaikan masalahku yang satu ini. Sebenarnya aku sangat malu pada sahabatku ini. Tapi apa daya aku dalam keadaan tergencet sebuah batu besar yang sulit untuk bernafas. Apa pun keputusannya aku menghargainya. Bukankah dikatakan "sahabat" adalah saling mengerti dan saling memahami apa yang telah terjadi pada sahabatnya. Aku tidak bisa berbuat banyak, hanya uluran tanganmu yang aku harapkan. Kamu memang sahabat yang selalu bisa di andalkan. Aku tidak bisa melupakan budi baik mu, dengan apa aku harus membalasnya? (tentu saja dengan menganti uang yang telah kau pinjam dudul) itu pasti. Aku pasti membalas budi baik mu suatu saat jika kamu memerlukan bantuan.
Copyright © arqu3fiq 2008-2010

Wednesday, June 16, 2010

Accident By SMS

Memang sudah menjadi sebuah takdir dan itu tidak bisa di rubah oleh siapapun juga. Aku menjadikan ini sebuah pelajaran berharga. Tapi aku menganggap ini sebuah karma. Karma yang pasti datang kepadaku. Karma yang menimpa diriku. Aku merasakan hal itu ketika aku akan medapatkan sebuah ujian dari Tuhan.

Dari segi mana pun aku tetap salah dalam kejadian ini. Tapi aku bersikap tenang seolah-olah ini kecelakaan murni. Awal mulanya aku mendapat SMS dari salah satu temanku. Itu sudah menjadi kebiasaanku kalau medapat SMS atau telpon pasti langsung aku jawab meskipun posisiku berada di atas kendaraan bermotor.

Aku melihat kendaraan bermotor yang ada di depanku masih jauh, kira-kira berjarak 20 meteran. Saat aku membaca SMS dari ponselku sekali-kali aku pandangi depan, masih dalam jarak aman. Sekali lagi aku mencoba untuk membacanya, tiba-tiba mobil pic up yang ada di depanku mengerem mendadak, karena ada mobil di depannya yang sedang belok ke kanan. Di tempat kejadian tersebut ada pertigaan lampu merah.

Kejadian sangat cepat aku tidak bisa mengendalikan motorku, tanpa terkendali motorku menabrak motor yang ada di depanku. Motor yang aku tabrak oleng kehilangan kendali dan akhirnya jatuh tergelincir ke tengah jalan beraspal. Begitu juga dengan diriku aku terjatuh dari atas motorku dan terpeleset ke tengah jalanan juga sambil menggenggam ponsel jadul yang aku mainin saat berkendara tadi. Dalam keadaan terjatuh aku merasakan seperti kejadian empat tahun silam, kecelakaan sampai berakibat gegar otak.

Syukurlah aku hanya mendapatkan luka lecet pada lutut dan mata kaki bagian kiri. Tapi beban materi yang aku tanggung sangat besar. Lumayan menguras separuh gajiku...(hikz...hikz...T_T). Harta masih bisa di cari tapi nyawa mau beli di mana? Aku selamat dalam kecelakaan tersebut sangat bersyukur meski posisiku salah.

Dengan kejadian ini aku di tunjukkan bahwa maut masih mengintaiku bila aku lengah dalam segala hal yang aku lakukan. Meski kadang aku tidak pernah ber SMS dalam berkendara, tapi pikiranku selalu tidak konsentrasi dalam berkendara. Otakku kosong entah apa yang aku pikirkan selama aku mengendarai motor. Jika bahaya sudah mengancam aku langsung tersadar dari lamunanku. Motor yang aku kendarai goyah seakan-akan aku tidak dalam keadaan berkendara.

Entah gejala apa yang terjadi dalam diriku ini. Aku selalu berusaha konsentrasi dalam berkendara. Tapi saat jiwa sudah melayang dalam angan, aku sudah tidak bisa mengendalikan lagi. Semoga aku bisa memperbaiki kesalahan ini. Apakah hidupku hanya untuk memikirkan sesuatu yang tidak jelas dan kurang pasti. Hanya diri kita yang bisa mengendalikan pikiran kita, menuntun diri kita sendiri kearah jalan yang benar. Amien...Ya Robbal Alamien.
Copyright © arqu3fiq 2008-2010

Tuesday, April 13, 2010

Berkunjung ke House of Sampoerna Surabaya

Minggu kemarin 11/4 aku jalan-jalan ke Musium House of Sampoerna.House of Sampoerna terletak di Surabaya, dengan bentuk bangunan megah gaya kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1862 dan sekarang menjadi situs bersejarah yang di lestarikan. Gedung House of Sampoerna sebelumnya digunakan sebagai panti asuhan yang dikelola oleh Belanda,itu dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, dengan maksud gedung itu digunakan sebagai pabrik rokok dengan merk Sampoerna yang terbesar dan pertama di Indonesia.

Foto : Gedung utama House of Sampoerna tampak depan


Bangunan ini terdiri dari sebuah auditorium sentral besar, dua bangunan kecil di sisi barat dan timur. Struktur ruangan terbuka di belakang pusat auditorium. Bangunan-bangunan samping dikonversi menjadi seperti tempat tinggal keluarga dan gudang struktur yang paling besar digunakan untuk mengakomodasi fasilitas pengolahan tembakau dan cengkeh, pencampuran pencetakan, tangan-rolling dan kemasan, dan selesai pemrosesan barang.

Foto : Gedung utama tampak dari sebelah barat


Sampai hari ini, Gedung ini masih berfungsi sebagai produksi untuk rokok paling bergengsi di Indonesia, Dji Sam Soe. Di peringatan ulang tahun ke 90 Sampoerna di tahun 2003, kompleks pusat telah susah payah direnovasi dan sekarang terbuka untuk umum.

Foto : Gedung utama tampak dari sebelah Timur


Auditorium sentral asli sekarang menjadi museum dan timur sisi telah berubah menjadi sebuah struktur unik yang berisi sebuah café, kios merchandise dan galeri seni. Bangunan di sisi barat adalah kediaman resmi keluarga tetap.

Foto : Rumah kediaman resmi pendiri house of Sampoerna


House of Sampoerna di buka untuk umum. Bagi siapa saja yang ingin mengunjungi Musium House of Sampoerna tidak di pungut biaya alias gratis. Bila pengunjung lebih dari 25 orang terlebih dahulu mengkonfirmasi ke petugas House of Sampoerna terlebih dahulu agar berjalan dengan lancar.

Foto : Gedung kecil yang berada di sebelah barat kediaman resmi pendiri House of Sampoerna


Sampoerna dibangun dari hasil pondasi tembakau dan cengkeh. Perusahaan ini adalah salah satu bangunan tertua serta pertumbuhan tercepat dari produsen rokok kretek (tembakau dan cengkeh)rokok di Indonesia, juga pasar rokok terbesar ke-5 di dunia.

Foto : Bermacam-macam jenis cengkeh


Foto : Model warung dengan aneka macam rempah-rempah.



Didirikan pada tahun 1913, Sampoerna adalah rokok kretek pertama yang go publik di perusahaan Bursa Efek Jakarta. Ini telah berhasil melebarkan operasi perusahaan rokok regional serta diversifikasi dalam negeri di daerah distribusi dan transportasi, percetakan dan kemasan serta eceran dan grosir.

Foto : Mesin percetakan kuno yang di buat cetak bungkus rokok.


Museum menawarkan pengalaman yang benar-benar unik bagi pengunjung. Dari cerita tentang keluarga pendiri sampai melihat dari dekat tangan-roll nyata fasilitas produksi dan berakhir dengan pengalaman tak terlupakan melinting sebatang Dji Sam Soe rokok sendiri. Ya, Anda dapat bergabung dengan 3.500 wanita di pabrik ini, tangan-rolling rokok dengan alat tradisional. Mereka melakukannya dengan kecepatan lebih dari 325 batang rokok per jam.

Foto : Hiasan dari kaca berbentuk aquarium kecil.


Foto : Miniatur pesawat dalam lemari kaca.


Museum Shop menawarkan berbagai pilihan hadiah dan Ini termasuk item seperti miniatur rokok tradisional, rolling peralatan, paket cengkeh, buku, t-shirt bergambar dan Polos.

Foto : Keramik yang di simpan rapi dalam lemari.




Foto : Mobil antik yang di pajang di teras samping kediaman resmi.


Setiap tahun House of Sampoerna bangga menjadi beberapa host lokal maupun kelas internasional Mulai dari masyarakat yang sederhana berkumpul serangkaian budaya, pendidikan, rekreasi dan festives hiburan, acara ini memberikan pertunjukan yang unik dan menarik bagi pengunjung.

Untuk info lebih lengkapnya silahkan hubungi :

House of Sampoerna

Taman Sampoerna 6
Surabaya 60163
Indonesia

Tel. +62 31 353-9000
Fax. +62 31 353-9009

E-mail: hos.surabaya@sampoerna.com



Copyright © arqu3fiq 2008-2010

Thursday, April 8, 2010

Liburan ke Bali

Mendengar kantor mengadakan liburan ke Bali, hatiku senang bukan kepalang. Karena terakhir aku ke Bali jaman waktu kuliah dulu, itu pun demi mata kuliah SKI di mana di haruskan ke Bali untuk mengenal Kebudayaan Indonesia.

Berangkat dari kantor jam 6 pm, dengan mengendarai mobil travel jenis Travello. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan sekaligus menyenangkan. Perjalanan di habiskan semalaman di jalan, sampai di pelabuhan Ketapang jam 1 dini hari. Lalu menyebrang dengan kapal very menuju pelabuhan Gilimanuk Bali, tiba di hotel jam 6 pagi. Wuih....masih bau ketek mau cek in.

Sesampai di hotel kami tidak diperbolehkan cek in karena peraturannya cek in jam 12 siang.
"OMG masak kita harus jadi gelandangan gembel bau iler gini sampe jam 12 siang?"
Tapi untung seminggu sebelum kita berangkat ke Bali, kita sudah konfirmasi kalau tiba di hotel sebelum cek in kita diperbolehkan memakai kamar sementara untuk mandi dan ganti pakaian.


Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Suasana di hotel bersama rekan kantor

Akhirnya selesai sudah bersih-bersih yang numpang di hotel, saatnya cabut untuk pergi sarapan sambil menunggu jam cek in. Kami sepakat pergi ke pantai Kuta untuk mencari sarapan sambil melihat-lihat pemandangan pagi hari.

Menghirup udara segar pagi hari di pantai Kuta


Di Taman Ayun


Copyright © arqu3fiq 2010

Thursday, March 18, 2010

Bali I'm Comming

Tahukah kawan, kalau kita bersabar pasti menuai hasil. Keberuntungan yang bersemayam dalam diriku tak ubahnya musim durian yang siap panen. Janji-janji yang diucapkan dulu kini akan terrealisasi. Liburan bersama orang-orang kantor yang telah dijadwalkan dulu kini terlaksana juga.

Seperti punguk merindukan bulan. Aku menunggu janji yang di ucapkan "nya". Tak lepas dari pendengaranku, pembicraan tentang liburan aku tangkap dengan jernih sampai ke telingaku. Bukan aku saja ternyata yang menyimak ceramah tadi, tapi teman-teman kantor lainnya juga.

Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Tahun juga sudah berganti menjadi tahun 2010. Jadi sudah satu tahun Janji itu terabaikan. Memang sih semua pada sibuk, tapi kalau rencana yang hanya di susun dalam mulut saja, hanya berlalu begitu saja tanpa berlabuh menjadi kenyataan. I don't know, what must I do to realize that dream.

Setelah mencari tahu informasi tentang liburan, akhirnya diputuskan untuk liburan ke Bali. Segala perlengkapan sudah disusun matang. Mulai dari laporan keuangan, sampai jumlah anggota yang ikut.

Mendengar kalau liburan ke Bali aku seperti bermimpi, karena sudah lama aku ingin ke Bali dan tahun ini jadi liburan ke bali. "Sungguh memalukan ke Bali cuman satu kali." Emang sich ke Bali dulu cuman PKL di kampusku dulu. Tapi itu semua tidak merasa seperti liburan, justru seperti suatu keharusan yang harus di tempuh sebagai syarat mata kuliah SKI dalam jurusan Sastra Jepang.

Tidak ada kata terlambat bagiku untuk memanjakan hati yang suka jalan-jalan. Bali adalah tempat yang tepat untuk memanjakan mata. Selama liburan kantor aku enjoy menikmatinya. Terlepas beban pikiran yang mencekam di balik tembok kantor. Semoga dilain waktu ada kesempatan lagi untuk berlibur ke Bali. I Miss U....!!!


Copyright © arqu3fiq 2008-2010