Hidup bagiku tidak hanya mempertahankan dari kelaparan saja, tapi hidup juga berguna bagi siapa saja yang ada di sekitar kita, terutama bagi kedua orang tua tercinta. Aku menikmati hidupku yang sendirian. Meski di tempat ramai aku merasa kesepian tanpa teman satu pun. Well...aku tidak sendirian di dunia ini, mungkin kata itu cukup untuk menenangkan perasaanku yang sedang kalut. Semua orang mempunyai masalah yang sangat rumit, begitu juga masalahku, tapi bagiku masalahku tidak serumit masalah orang lain yang sampai harus bunuh diri karena lelah menanggung derita hidup. Whaaat...bunuh diri...tindakan konyol. No Thanks. Aku masih ingin makan pecel enak di belakang Royal Plaza. Ckikikikik....
Well...sejak kejadian itu aku terus berusaha memecahkan masalahku sendiri. Bagaimana aku harus membayar uang ganti rugi setelah kejadian yang aku alami. Meinta bantuan sama orang tua...oh...No! thank you. Bukan bantuan yang saya dapat tapi omelan petuah bijak yang aku terima, karena aku sudah mengalami Accident untuk yang terakhir kalinya. Aku sudah di didik oleh kedua orang tuaku untuk mandiri. Sehingga hal apa pun yang menurutku bisa aku selesaikan sendiri, bisa aku selesaikan sendiri sejak aku masih duduk di bangku SD.
Satu-satunya harapanku adalah my Best friends ku. Sahabat dalam segala suka dan duka, yang bisa membantu sahabatnya dikala membutuhkan bantuan. Entah bantuan finansial atau pun rohani. Tapi di sini aku sangat membutuhkan bantuan finansial demi menyelesaikan masalahku yang satu ini. Sebenarnya aku sangat malu pada sahabatku ini. Tapi apa daya aku dalam keadaan tergencet sebuah batu besar yang sulit untuk bernafas. Apa pun keputusannya aku menghargainya. Bukankah dikatakan "sahabat" adalah saling mengerti dan saling memahami apa yang telah terjadi pada sahabatnya. Aku tidak bisa berbuat banyak, hanya uluran tanganmu yang aku harapkan. Kamu memang sahabat yang selalu bisa di andalkan. Aku tidak bisa melupakan budi baik mu, dengan apa aku harus membalasnya? (tentu saja dengan menganti uang yang telah kau pinjam dudul) itu pasti. Aku pasti membalas budi baik mu suatu saat jika kamu memerlukan bantuan.













Mendengar kantor mengadakan liburan ke Bali, hatiku senang bukan kepalang. Karena terakhir aku ke Bali jaman waktu kuliah dulu, itu pun demi mata kuliah SKI di mana di haruskan ke Bali untuk mengenal Kebudayaan Indonesia.


