Tuesday, September 20, 2011

Diskriminasi

Apa yang terjadi pada Negara ini? masihkah ada diskriminasi di negara ini. Katanya Negara ini sudah merdeka selama 66 tahun tapi apa hasilnya? Menurut saya ini belum dikatakan merdeka kalau masih ada diskriminasi dalam menggunakan pelayanan publik. Dimana pun anda berada pasti mengalami diskriminasi seperti ini. Sebelum melangkah lebih jauh, apa sih deskriminasi itu?

Menurut Wikipedia Indonesia, Diskriminasi adalah :
Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain.

Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi

Diskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.

Diskriminasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan.


Ketika saya naik Bus Sumber Bencono Kencono, yang sekarang lagi marak-maraknya di beritakan di media massa gara-gara memakan korban. Tapi saya sekarang tidak membahas berita tabrakan maut tersebut karena beritanya sudah lewat. Tetapi bagi yang belum tahu dan belum membaca tentang kejadian apa yang terjadi dengan Bus Sumber Kencono tersebut, bisa di baca di bawah ini.







Waktu itu saya nggak nahan ingin memotretnya, karena dari dulu tiap naik Bus ini belum kesampaian untuk memotretnya. Dari stiker yang tertempel di bus tersebut bagaimana menurut anda? apa yang ada di benak pikiran anda. Apakah anda setuju dengan tulisan yang tertempel di stiker tersebut. Kenyataannya masih ada perbedaan status seperti itu apalagi dalam sarana umum.

Bagi golongan yang tertera di stiker, sudah bayarnya separoh dapat tempat duduk lagi. kadang kalau golongan tersebut pengertian dan punya hati nurani, dia mempersilahkan penumpang ibu-ibu yang membawa anak kecil, atau penumpang yang sudah tua. Saya kasihan melihat yang membayar full tapi tidak dapat tempat duduk. Sedangkan golongan mereka dengan gagahnya dan wibawa duduk tanpa rasa perduli.

Jangankan dapat tempat duduk, bayar karcisnya kadang-kadang tidak dengan harga yang di patok. Misalnya tarif Surabaya-Jombang 8000 IDR, tapi si kenek kadang seenak udelnya sendiri menaikan tarif menjadi 9000 IDR. Bagi yang jarang naik bus seperti saya tidak masalah dengan kehilangan 1000 IDR, tapi bagi rakyat kecil yang kesehariannya bekerja dengan Pulang-Pergi mengandalkan sarana umum ini, kehilangan 1000 IDR dua kali Pulang-Pergi di kali seminggu dikali sebulan, apa ndak berat di ongkos.

Yah semoga keadaan ini bisa menjadi lebih baik. Kedepannya bisa memberikan pelayanan apa pun terhadap masyarakat Indonesia tanpa memperdulikan pangakat, derajat, kedudukan, harkat dan martabat. Dan semoga semua golongan bisa saling membantu, bahu membahu sesama rakyat Indonesia untuk memajukan bangsa Indonesia agar tidak terpuruk dengan era kemajuan teknologi yang semakin meningkat. Semangat...!!!

Copyright © arqu3fiq 2011

45 comments:

  1. hahaha :D

    maaf ya baaang. lupa.
    soalnya di cbox waktu itu abang cuma ninggalin emailnya.
    jadi bingung mau nge-link ke mana...

    hehe...

    yupp..
    udah Aul edit lagi nih.

    maaf ya :D

    ReplyDelete
  2. kalau ada ibu2 yg bawa anak byr full trs nggak dpt tempat duduk, terus mereka2 yg gagah2 dah byr cuma setengah duduk tenang2, cuma ada satu kata ndak tahu malu ! saya jadi bertanya tanya kenapa TNI /POLRI byrnya cuma separo ?

    ReplyDelete
  3. Kenapa yang berseragam yang harus dapet 50%? Sungguh aneh negara ini memang..
    Kadang suka emosi mikirin negara ini.. #lha

    ReplyDelete
  4. yach.. kita khan cuma bisa memulai untuk nrimo aja kang. toh sekarang udah ada sistem pengecekan tarif di tiap bus.

    ReplyDelete
  5. jelas2 banget ya nulisnya yg berseragam 50%,,..nyakitin hati org2 yg tdk punya seragam,,nih,,oh ya salam kenal sob trims atas follownya,, mau follow back,,kok media follownya gak kliatan ya

    ReplyDelete
  6. hehe posting cerdas tentang kasta bin diskrim. monopoli dan kekuasaan setali tiga uang. happy blogging

    ReplyDelete
  7. @annosmile : Susah dihilangkan karena sudah mengakar di budaya Indonesia.

    @Aul Howler : Iya Aul nggak apa-apa. Keep enjoy ya bro.

    @Ely Meyer : Iya mbak Ely nggak tahu malu "mereka" itu.

    @iam : Sabar bang iam jangan emosi, memang aneh koq negara "ini". Hehehehe...

    @Kolumnis : Iya kawan kita hanya nerimo ing pandum saja.

    @al kahfi : Iya kawan sama-sama, mungkin loadingnya belum sempurna. Terima kasih sudah berkunjung.

    @Wisata Murah : Iya kawan happy blogging juga. Terima kasih sudah berkunjung.

    ReplyDelete
  8. @Chilifia Karunianty : Iya semoga bisa adil. Amien. Terima kasih sudah berkunjung.

    ReplyDelete
  9. harusnya yg dpt diskon itu yg GELANDANGAN & org berseragam skeolah..kalo mau RATAAA TARIFNYA ga liat golongan ,mau golongan manusia kek golongan dedemit kek..hrsnya adil.hidup emg ga pernah lepas dr diskriminasi ,bahkan di negara maju sekalipun

    ReplyDelete
  10. @dindasaurus : Haiya...gelandangan mau bepergian kemana ya naik bus? Hehehehe....*peace*
    Terima kasih dinda telah berkunjung.

    ReplyDelete
  11. Sangat disayangkan ya kalau pada akhirnya diskriminasi ini merugikan banyak pihak. Seharusnya tidak ada pembedaan semacam itu

    ReplyDelete
  12. Iya ya, kenapa yg pake seragam byr cm separo? Pdhl khan sm2 warga indonesia? Di hk para tkw demo anti diskriminasi dan sukses dgn hadirnya UU tp di negara sendiri malah ky gt. Apa kata dunia?

    ReplyDelete
  13. yang bayar full dapet tempat duduk = wajar

    kalo ada yang bayar full sampe gag dapet tempat duduk = bodoh

    yang gag bayar dapet tempat duduk = sopir

    ReplyDelete
  14. @CORETAN HIDUP : Iya diskriminasii ada dimana-mana sehingga merugikan orang lain.

    @Tarry KittyHolic : Yah apa kata Indonesia.

    @Dokter Gigi Gaul : Yang bayar full gak dapat tempat duduk kaeran sudah di penuhi yang bayar tidak full Pak.

    ReplyDelete
  15. macak polri wae mas, tapi lemokno sik awakmu, ben sangar, hahahhaa

    ReplyDelete
  16. @ndop : Heemmm....iyo sing awak e wis lemu.

    ReplyDelete
  17. Kunjungan perdana dan salam perkenalan Sob. Semuanya sudah terpasang di link blog kami silahkan cechk di TKP.

    Semoga kejadia tersebut diatas tidak berprilaku untuk mendiskriminasikan para keluarga korban untuk mendapat segala pertolongan dan santunan.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    ReplyDelete
  18. @R. Indra Kusuma Sejati : Iya semoga saja mendapat santunan tanpa diskriminasi. Terima kasih kawan.

    ReplyDelete
  19. saya rasa tu bisnya melakukan diskriminasi...
    :)

    tapi sekarang para kru bus lagi susah,,susah melawan sepeda motor...
    :P

    ReplyDelete
  20. @zone : Iya kawan, bus itu berbuat curang.

    ReplyDelete
  21. Grrh, makanya saya terkadang tidak suka dengan para aparatur dan pejabat negara. Ketika di atas, mereka sering lupa melihat ke bawah.
    Belum lagi dengan mental orang Indonesia yang malah memanjakan mereka.

    ReplyDelete
  22. kasus semacam ini ada di mana2, pemerintah memang gak peduli dengan rakyat, mau urus2 kalo sudah ada ribut2

    ReplyDelete
  23. negara kita memang masih belum normal sepenuhnya..

    ReplyDelete
  24. kayak nya si supir bus itu takut sama TNI atau Polisi makanya di kasih diskon... hahhahahaha
    ada - ada saja...

    ReplyDelete
  25. @catannyasulung : Iya kawan mereka lupa melihat rakyatnya.

    @Muhammad A Vip : Setuju sama pendapat bang A Vip.

    @TUKANG CoLoNG : Berarti belum merdeka kan maksudnya.

    @Eel Pecidasase : Hahahahaha...iya mungkin, takut kalau nanti kena tilang. Memang ada di Indonesia

    ReplyDelete
  26. mudah2an kalau loe tar yang jadi presiden tak ada lagi diskriminasi di negeri ini, kalau masih ada juga tar gw pindah warga negara aja

    ReplyDelete
  27. HEhe, masih rajin nulis yahh
    visit balik yah..(baru lagi) MASDEVID.COM

    ReplyDelete
  28. @fai : Heh...fai...dukung saya jadi presiden ya, entar elo gue angkat jadi wakil gue. Whakakakak...

    @Mas Devid : Iya Devid, baru muncul ya.

    ReplyDelete
  29. nah ini yg mesti dihilangkan. kadang dari jaman penjajahan diajarin diskriminasi sih, jadi kebiasaan ampe sekarang.

    ReplyDelete
  30. @Sang Cerpenis bercerita : Iya mbak sudah mengakar sampai tulang rusuk.

    ReplyDelete
  31. saya memiliki masalah pendengaran, terus terang kalau naik angkot saya ga suka dgn tiadanya informasi tarif

    padahal memasang pengumuman tarif angkot di angkot kan gampang, jadi orang seperti saya tidak perlu repot bertanya (krn sulit mendengar)

    ReplyDelete
  32. @r10 : Iya rio seandainya ada informasi yang tertempel jadi semua penumpang tahu. Maaf ya rio.

    ReplyDelete
  33. mungkin mereka dikasi tarif murah karena hitungannya "pengabdian" mereka kepada negara sebagai aparat pemerintahan. yah, walaupun ini juga argumentatif dan saya juga belum tentu setuju.

    nice post anyway. :)

    ReplyDelete
  34. @L : Iya juga sih, tapi itu menimbulkan argumentasi tentang diskriminasi. Kembali lagi pada individu masing-masing. Terima kasih L.

    ReplyDelete
  35. Kalo gitu, lebih baik beli seragam POLRI aja ya..

    ReplyDelete
  36. jangan diskriminasi terus, cobalah diskrimirebus. :D

    ReplyDelete
  37. wah sungguh memalukan..diskriminasi masih saja terjadi..

    nice post,salam kenal
    mampirlah di gubuk reotku..^.^

    ReplyDelete
  38. gag perlulah sampai jadi wakil loe, cukup jadi personal stylish lo, tar gw buat loe jadi presiden yang metrosexual, wakakakakakakakk

    ReplyDelete
  39. mungkin sudah menjadi budaya di negara kita hal seperti itu :D

    ReplyDelete
  40. kunjungan pertama
    salam kenal yach..
    Mang benar buat apa adanya diskriminasi toh kita semua sama dimata Tuhan. setuju kan?

    ReplyDelete
  41. Kopiah Putih : Iya pakai seragam palsu.

    @larejunbo : Masih terjadi dan gak bisa ilang dari muka bumi.

    @fai : keren dong fai?

    @rachmat amienullah : Iya mas memang sudah membudaya sampai kekakar-akarnya.

    @uli : Iya setuju banget mbak uli. Salam kenal juga ya mbak uli.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...