Tuesday, February 10, 2009

Ponari Dukun Tiban

Ponari alias Ari alias Dukun Tiban


Sepanduk himbauan kepada masyarakat

Sosok ponari sang dukun tiban sekarang sangat terkenal seantero jagad raya Indonesia hingga negeri jiran Malaysia. Dulu Ponari atau yang biasa di panggil Ari di lingkungan keluarga dan masyarakat desa Kedungsari hanyalah anak biasa saja layaknya anak normal seusia mereka. Sebagai anak biasa saja Ponari juga pernah tidak naik kelas satu kali di sekolah SDN 1 Balongsari Kecamatan Megaluh tutur Pak Harso tetanggaku juga mantan guru SD ku dulu.

Papan penunjuk lokasi dukun tiban Ponari

Tapi sekarang, Ponari bukan Ponari yang dulu sebagai anak biasa saja yang bebas main kemana saja sesuka dia. Ponari sekarang sangat sepesial, untuk bertemu Ponari saja tidak bisa bahkan untuk memotret wajah dari sang dukun tiban ini harus ijin dan membayar kocek sebesar Rp.600.000,-. Wow harga yang sangat fantastis untuk orang yang bukan artis. Waktu aku hendak memotret aku kena hardik dari salah satu penjaga "mas wartawan ya? jangan foto sembarangan kalau tidak ijin, nanti kalau kamera sampean rusak kita ndak tanggung jawab" bentaknya dengan keras, jadi ma'afkanlah aku jika tidak bisa menampilkan skrinsut wajah Ponari kecil yang kiyut.

Harus jalan kaki meski jaraknya 1 Km, karena kendaran tidak bisa lewat dipenuhi massa

Hari Sabtunya (8/02) aku mampir ke rumah Arifin temanku sewaktu sekolah di SMP, lalu aku mampir sekalian melihat Ponari. Awal mula Ponari bisa menjadi anak Istimewa seperti yang diceritakan oleh Arifin yang tinggal di Desa Balongsari dan juga di ceritakan oleh sebagaian warga yang aku dengar, katanya kira-kira pada awal musim hujan, pada sore hari hujan deras di sertai petir. Seperti kebanyakan anak di desa pada saat musim hujan sering main hujan-hujanan seperti aku dulu ketika seusia Ponari. Entah apa yang di lakukan Ponari ketika hujan-hujanan di sawah dekat rumahnya, tiba-tiba petir menyambar Ponari dan anehnya Ponari tidak Gosong (hangus) atau meninggal, dan anehnya lagi ada batu di kepalanya saat kejadian Petir menyambar tadi. Sehingga Ponari disebut Dukun Tiban karena kepala Ponari ketiban (kejatuhan) batu yang jatuh dari langit beserta petir tadi.

Parkir mobil ini berada di Desa Sumbersari, padahal untuk menuju kerumah Ponari masih 1 Km

Lalu Ponari pulang dengan keadaan sehat walafiat tanpa luka sedikit pun sambil membawa batu berwarna kuning keemasan itu. Sampai di rumah Ponari menceritakan kejadian itu kepada emaknya sambil menunjukkan oleh-oleh batu yang di dapatnya dari sang Petir. Emak Ponari tidak heran dengan wujud batu itu dia kira hanyalah batu biasa seperti kebanyakan batu yang ada di depan rumahnya. Lalu Emak Ponari membuang batu tersebut ke Barongan (pohon bambu yang rimbun). Besoknya batu itu kembali kerumah Ponari dengan sendirinya. Tapi Emak Ponari tidak heran dia pikir di ambil Ponari lagi dan di bawa pulang ke rumah. Tapi Emak Ponari membuangnya lagi dan besoknya batu itu kembali lagi.

Rela menunggu sampai gelar tikar di pinggir kali. "Mas mas foto donk! Chees..."

Hingga pada suatu malam Ponari bermimpi kalau batu itu bisa bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Tapi Emak Ponari tidak percaya dengan mimpi tersebut. Akhirnya Ponari mencoba untuk menyembuhkan Neneknya yang sakit dan ajaib saudara-saudara bukan sulap bukan sihir besoknya Nenek Ponari sembuh total... tanpa obat medis dari Dokter yang jelas-jelas sulit di nalar oleh akal pikiran manusia. Akhirnya tetangga dekat berduyun-duyun untuk berobat pada Ponari bocah cilik yang ajaib. Berita itu cepat tersebar hingga tetangga desa Dungsari seperti Desa Balongsari, Megaluh, Sumbersari, Sudimoro, Pagak dan sekitarnya sampai terdengar hingga se Indonesia.

Pak Polisi yang sibuk ngurusin alur hilir mudik para pengunjung yang semrawut

Aku tidak menyangka sampai seheboh ini berita tentang Dukun Tiban yang sangat fenomena seperti berita tentang Ryan sang jagal yang sudah aku ceritakan di blog ini. Sungguh, Jombang sekarang menjadi terkenal karena berita yang sangat menghebohkan, entah itu berita baik atau berita buruk yang terjadi di kota Jombang.

Nah loh bingung mau kemana loe?

Rumah Ponari sekarang sudah tidak seperti dulu lagi kini sudah di jaga ketat oleh warga juga di bantu kepolisian daerah Jombang bahkan sekarang juga di bantu kepolisian Polda Jatim Surabaya gara-gara sudah ada kejadian 3 orang pasien Ponari meninggal karena kelelahan mengantri. Seperti 1 warga Kedungtimongo kecamatan megaluh meninggal kelelahan kemudian jatuh dan terinjak-injak oleh masa yang tak terhitung jumlahnya. Ketika aku meliput (kayak wartawan aja) hari Senin (9/02) telah kembali di buka praktek dukun tiban, karena telah libur 4 hari untuk perbaikan jalan. Setelah libur panjang itu pada hari senin ini masa kembali memenuhi Desa Kedungsari. Kira-kira jam 11:00 WIB ada 1 orang yang meninggal lagi. Jadi total yang meninggal ada 4 orang, dari Blitar, Kediri, Perak jombang dan Kedungtimongo Megaluh Jombang, sampai berita ini aku posting hari ini Selasa (10/02) kata saudaraku lewat SMS praktek dukun tiban kembali di tutup.

Foto di ambil di perempatan dekat Sekolah SDN 1 Balongsari Tempat Sekolah Ponari

Senin Malam aku mencoba kembali melihat situasi di tempat praktek dukun tiban. Tambah malam masa tambah banyak yang datang dari berbagai penjuru daerah. Aku menanyakan salah satu pengunjung yang ada di situ katanya dia menginap sampai 3 hari ini. Berarti dia datang hari Sabtu. Wow sungguh pengorbanan yang sangat berat sekali. Sehingga banyak orang yang rela tidur di teras, pelataran, masjid atau apa pun yang bisa di jadikan tidur di pakai tidur demi mengantri untuk mendapatkan obat dari air celupan batu tiban Ponari. Selain itu juga banyak para pedagang yang berjualan memanfaatkan situasi demi mencari keuntungan yang berlimpah. Apa tidak untung lha wong air mineral botol dijual Rp. 8.000-10.000. air mineral gelas dijual Rp.1000,- dan kantong plastik ukuran tanggung di jual Rp.500,-. Benar-benar meraup rejeki.

Berikut foto-foto hasil bidikan dari kamera pribadiku. Dengan susah payah juga demi readers sekalian aku langsung terjun ke lokasi sampai-sampai kakiku berdarah kena duri bambu sebagai pembatas. Silahkan di nikmati.

Polisi kwalahan ngatur, masih semrawut


Foto di ambil di atas Masjid yang belum jadi, tampak ribuan manusia memadati ruas jalan


Dari arah Balongsari tampak Zoom


Dari arah Balongsari tampilan standart








Tampak Ibu-ibu yang sedang menunggu di teras rumah penduduk dengan muka kelelahan


Seorang Bapak-bapak dengan muka gelisah menunggu di bukanya sampai jam 8


Di depan pelataran warga


Berjajar rapi di pelataran warga


Antrian panjang dan saling berdesakan


Lihat Seorang Nenek Pingsan


Kalau tidak segera di tolong bisa meninggal di injak-injak masa


Dibawa ketempat yang aman






Tampak Bapak-bapak yang kelelahan trus minta keluar dari pagar pembatas


Copyright © arqu3fiq 2008

16 comments:

  1. WaH, SetElaH JAgAl JOMBANG, saiKi oNo MaNeh dukUn JomBAng........

    menE oNo opO ManEh.........

    ReplyDelete
  2. beuh beuh rame banget ya, foto2nya juga rame sampe loading nunggu sayu jam *hehe* mbok ya satu ae. kasian pembacae om. apalagi yang koneksine ngepas.

    eh tanyain donk sama ponari bisa ngobati biar jadi keren dan kaya ndak gyakakaka

    ReplyDelete
  3. wuuuuih kereeen banget....
    melebihi konser A Mild Live Soundrenaline...
    harus'e buka praktek online tu, biar gak ribet....

    ReplyDelete
  4. wah benar-benar keaijaiban kebesaran Alloh SWT

    ReplyDelete
  5. thanks neh foto2nya .... tapi lamanya setengah mati hehehehee...

    ReplyDelete
  6. whahaha..ayak-ayak wae wong jombang iki..hehehe..

    ReplyDelete
  7. 1. Ini eksploitasi terhadap anak kecil
    2. Pembodohan masyarakat

    Semoga praktek ini segera dihentikan.. :|

    ReplyDelete
  8. Ckckck...ternyata dashyat ya pengunjung yang datang ke sana... Makasih buat foto2xnya, lengkap n komplit.

    ReplyDelete
  9. Wah, benar2 fenomenal ya. BTW foto2nya keren bro. Tapi sekarang dah ditutup kan? SOalnya katanya Ponari sendiri sakit he..he..

    ReplyDelete
  10. haduh2.. ponari dah jadi populer kaya ponori neh...
    *PEACE*

    ReplyDelete
  11. inilah kebodohan rakyat indonesia...

    ternyata banyak juga ya orang2 bodoh di indonesia.

    sumpah... kalo saya ketemu ponari.. saya jitak tuh kepalanya..

    ReplyDelete
  12. ck..ck....
    masih percaya aja ma tahyul.

    ReplyDelete
  13. sumpah suwi banget nunggunya sampe bisa komeng.. dan masa oloh... berat banget pat..

    btw masalah dukun iku..

    paling yo nggantengan aku..

    habis gini alih profesi ah jadi dukun.. hahahhahhahahhaha


    kali aja bisa lebih tenar dari porari..


    "dukun kacrut" kedengaran lebih keren kan??

    hahhahahahahha

    ReplyDelete
  14. benar-benar keajaiban yang nyata ya.....kejadian pada diri ponari

    ReplyDelete
  15. hiks...loadingnya lama bangettttt..
    kebanyakan foto nihh

    ReplyDelete
  16. mendirikknan partai dukun porani ya mas?

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...