Monday, February 13, 2012

Festival Budaya Jepang 2012

Poster BW terkesan biasa saja
Setiap ada kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan Jepang pasti Kantorku -tempat bernaung mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian- mendapat jatah untuk mengisi stan di acara tersebut. Seperti baru-baru ini acara "Festival Budaya Jepang" yang di gelar di Mall BG-Junction Surabaya itu saya ikut andil dalam menyemarakkan acara tersebut meski saya tidak berpengaruh besar dalam acara tersebut tapi setidaknya telah membuat saya babak belur seperti digebukin orang sekampung. Kok bisa? badanku rasanya seperti digebukin orang sekampung? terlalu LEBAY kedengarannya, tapi kenyataannya badanku remuk redam. nanti akan saya ceritakan.


Suasana dalam acara Festival Budaya Jepang
Pas tahu ada event kayak ginian perasaanku jadi ciut karena berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, sehingga tidak ingin mengulanginya, tapi ini tuntuttan wahai saudara-saudara jadi saya tidak bisa ngeles, atau ngilang ke mana gitu. Ketika membaca poster yang telah di sebarkan oleh KONJEN (Konsulat Jenderal) Jepang ke berbagai instansi yang berbau Jepun, yang terpikir di benakku malah bukan tentang acara yang akan diadakan tetapi adalah bentuk dari poster tersebut. Memang kenapa bentuk poster tersebut? biasa saja perasaan sperti poster-poster kebanyakan. Ada yang janggal dari poster tersebut, yaitu posternya BW sehingga terkesan tidak bermodal. Padahal yang ngadain acara kan Konjen Jepang Surabaya gitu loh. Masak poster yang di buat promosi hitam putih gitu sih kayak nggak ada dana aja, -Semoga gak di baca oleh pihak Konjen- Masih kalah bagusan sama poster hasil karyaku *macak sombong*.

Sibuk gunting-gunting

Menurut pribadi pas dapat ini poster waktu di bagikan, saya langsung speechless, tidak komentar banyak dan tidak membacanya dengan lengkap.Melihatnya saja enggan apalagi untuk membacanya dengan lengkap. Aku acuhkan begitu saja di meja kantor. Bukannya sombong sih tapi memang selera seniku agak tinggi, kalau berhubungan dengan desai grafis gitu aku lebih mementingkan sense of art. Jadi kalau tidak perfect hatiku masih belum sreg. Seperti font Jepang yang sering terjadi karena font Jepang tidak terlalu banyak jenisnya tapi sangat sulit diterapkan atau logo yang terlalu kecil sehingga pecah gambarnya. Pokoknya complicated lah.

Abis gunting-gunting minum es Kaki Goori

Acara yang di gelar di luar tenant yang terletak di belakang lift itu cukup luas untuk memadati area tersebut bagi para stan dari berbagai Universitas dan Instansi. Pengunjungnya banyak sekali selain dari pengunjung kelompok mahasiswa dan pecinta budaya Jepang ada juga pengunjung umum yang kebetulan sedang belanja-belanja di Mall BG-Junction Surabaya. Acara selama tiga hari dari jam 10:00 - 21:00 WIB menguras jiwa dan ragaku, saya merasakan hidup seharian di Mall selama tiga hari. Oh...capeknya.

Ayo mas bro putar terus Kaki Gorinya.

Hari pertama saya lebih memilih stay di kantor, karena harus ada salah satu gawang yang menjaganya, karena kalau ada telpon atau tamu ada orang yang mengurusi itu semua. Saya langsung mengajukan diri untuk menjadi gawang dari jam 08:00 - 16:00 WIB setelah itu saya nyusul ke Mall BG-Jungtion yang terletak di pusat kota. Meski hari pertama banyak waktu saya habiskan di kantor dengan duduk-duduk dan mainan internet tapi tetep capek karena harus mondar-mandir angkat telpon secara telponnya ada di loby depan. Jadi saya datang di acara tersebut pada hari pertama tidak begitu sibuk. Hanya bantuin gunting-gunting stiker yang di tempel di gelas plastik Kaki Goori.

Stan baru dibuka langsung rame pengunjung

Kali ini stan kantorku menampilkan lain dari pada yang lain, Semua pada heran gerobak apa sebenarnya yang di usung dan di konsep oleh BOZ ku yang mempunyai ide brilliant. Sungguh aku saja tidak menduganya sampai seheboh itu. Stanku menyajikan es Kaki Goori yaitu es serut ala Jepang yang di dalamnya di isi jelly, kacang merah, sirup rasa buah dan susu. Bagaimana tidak lain, gerobaknya saja unik bentuknya, sehingga menarik para pengunjung untuk membelinya. Segelas es Kaki Goori dibandrol dengan harga Rp. 5.000,- murah meriah bukan. Gimana tidak murah, coba beli langsung ke Jepang berapa duit yang akan dikeluarkan? Nah loh...

Penampakan es Kaki Goori


Pada penasaran ingin coba es Kaki Gori

Acaranya banyak banget sampai-sampai aku tidak tahu apa saja yang di lombakan, karena aku juga sibuk dengan stan Kantorku sendiri. Dari yang aku tahu saja dan aku sempat melihatnya, ada lomba memakai yukata, lomba Origami -tentu saja karena stan ku yang menjadi panitia lomba origami-, nanti kapan-kapan saya akan posting tentang cara membuat origami. lomba membuat makanan sushi, lomba memakai sumpit, lomba desain bento - sejenis kotak makana ala Jepang-, lomba karaoke dan masih banyak lagi lomba-lomba yang diadakan. Puncaknya lomba Cosplay -lomba mirip costum tokoh anime- banyak sekali antusias penonton untuk melihat acara Cosplay. Aku sendiri sampai merangsek ke depan untuk melihat lomba tersebut. Aku biarkan stanku di jaga teman kantor yang lain yang penting aku ingin nonton lomba ini titik.


Pada hari kedua ini saya tetap mengajukan diri untuk menjadi gawang lagi di kantor. Hari sabtu kantor tutup jam 13:00 WIB setelah itu saya langsung berangkat menuju acara tersebut. Sebelum berangkat ada barang yang harus segera di kirim sehingga saya mampir dulu di jasa expedisi terdekat. Parahnya aku disuruh balik lagi ke kantor untuk mengambil sisa gelas yang ada ketika sudah dekat dengan tempat diadakan acara tersebut. Walah...kenapa tidak dari tadi menghubungi pas aku masih ada di kantor. Akhirnya dengan bermacet-macet ria campur pasukan BONEK yang waktu itu ada pertandingan sepak bola di stadion 10 November Tambaksari Surabaya aku kembali ke kantor untuk megambil barang keramat tersebut.


Setelah kembali dari mengambil barang sakral tersebut, acara sampai pada atraksi Taiko, yaitu pukul beduk ala Jepang. Taiko dipukul sesuai dengan irama dan tempo. Seperti memukul lambat-menengah-cepat dimana pada saat memukul tangan sambil di ayun-ayunkan. Gak kebayang latihannya gimana, pasti melepuh tuh tangan.


Setelah itu digantikan oleh performance tari Jepang dari UNESA dengan menggunakan yukata dan kipas. Alunan musik merdu, sangat pelan diiringi gerak tari Jepang kalsik yang sangat indah. Membuat mata penonton seantero Mall BG-Junction terbelalak matanya melihat keindahan tarian tersebut, tentunya kecantikan para penari dari mahasiswa UNESA tersebut. Gue kenal loh yang pake Yukata biru tua itu.mengerlingkan mata



Ini penampilan tari Yosakoi performance dari NISEIKAI - UNAIR (Universitas Airlanga).








Seorang gadis berpakaian Yukata sedang menggantung kertas permohonan
Dari stan CLC (Culture and Language Centre) ITS juga unik, mereka membawa pohon tanabata, yaitu pohon permohonan. Dimana kita menulis permohonan kita di secarik kertas warna-warni, kemudian digantung di pohon. Urusan terkabul atau tidaknya permohonan kita kepada Tuhan kita masing-masing itu tergantung amalan dan perbuatan kita masing-masing. Adat ini masih terjaga sampai sekarang di Jepang.


Maaf ya mbak-mbak MC yang cantik dan unyu, suara kalian tidak terdengar sampai di telingaku, karena aku sibuk sendiri. Tapi gak masalah kalian tetap aku foto koq.Hehehe...

Juri yang sibuk menentukan pemenang
Nah pada hari ketiga ini kita dituntut untuk lebih giat lagi oleh si BOZ. Karena ini hari terakhir supaya mendapat kesan yang mendalam buat para pengunjung Festival. Semua barang sudah di cek kelengkapannya termasuk es Kaki Goori. Tapi apa...gelas Kaki Goori habis tinggal satu slot itu artinya tinggal 50 biji gelas. Dan harus ada salah satu orang yang keluar untuk membeli gelas tersebut.


Oh...tidak! itu pasti aku secara tempat jualan gelas grosir yang ada di DUPAK Grosir hanya aku yang tahu. itu artinya saya harus keluar sendirian, belum lagi cetak stiker gambar Kaki Goori yang tempatnya berlawanan arah, antara Gelas dan Stiker. Kalau saya disuruh memilih, lebih baik tinggal di dalam dan jaga stan dari pada harus keluar ke jalanan dimana Surabaya panas banget pada siang hari. Meski pakai mobil dan ber-AC  tapi yang namanya kejebak macet itu pasti membuat semua orang jadi stress apa lagi di kejar-kejar waktu. *dalam keadaan pasrah*

Koleksi berharga dari Konsulat Jenderal Jepang Surabaya
Dalam keadaan kepala pusing saya di buat tambah pusig lagi dengan tempat parkir yang berada di paling top of the top di PGS, karena di DUPAK Grosir sedang tutup tokonya kalau hari libur. Mau tidak mau, dan harus mau saya parkir di puncak PGS tanpa atap sama sekali. Wow...kebayang ndak panas terik matahari ketika berada di puncak gedung PGS tanpa atap. Sangat silau dan menyengat. Bueh...keringat bercucuran meski mobil ber-AC.


Akhirnya dapat juga gelasnya. tinggal cetak stikernya yang belum. Sebelum menuju tempat percetakan langganan, ada timing yang pas pada saat itu, si BOZ telpon mengatakan kalau gelasnya mau di pakai meski tanpa label karena stok ditempat sudah habis, untunglah, jadi saya tidak harus berputar balik untuk kembali menyerahkan gelasnya duluan di pintu loby.

Koleksi Hina Matsuri dari "Nihongo no Heya"
Sampai percetakan juga akhirnya, ternyata hari minggu tetap buka, jadi saya beruntung. Yang mencetak juga tidak terlalu banyak jadi di tunggu 30 menit langsung jadi. Byuur...hujan deras mengguyur, untung lagi saya bawa mobil, jadi tidak basah kuyup kehujanan. Balik lagi ke tempat di adakan acara Festival. Secepat-cepatnya di Surabaya paling banter kecepatan kira-kira 40KM/Jam, karena alasan yang klise, yaitu macet. apalagi di tambah hujan deras pasti jadi merayap kayak semut.


Sampai di tempat acara sudah sore sekitar jam 16:00 WIB, badanku lemas kaki kebanyakan nginjek kopling. Sampai di tempat saya hanya duduk-duduk dan minum es Kaki Goori. Setelah itu aku ambil kamera dan mulai aksi jeprat-jepret untuk di abdaikan dan juga sebagai dokumentasi kantor. Tanpa menghiraukan jaga stan toh ada yang lainnya.






Stan pusat dari KONJEN Jepang andalannya pasti menampilkan pameran miniatur rumah/bangunan terkenal yang ada di Jepang, beserta barang-barang berharga lainnya.

Stan KONJEN Jepang

Aku pernah bisa memasukkan Kodama loh.





Lezat...sungguh menggiurkan. Tapi ternyata cuman mainan.















Nah...pertunjukan klimaks ternyata Cosplay, semua pengunjung terutama usia remaja langsung merangsek kedepan melihat aksi pahlawan Cosplay. Termasuk saya yang juga usia remaja merangsek kedepan tapi hanya untuk memotret sebagai dokumentasi. Tapi saya malah gak ngerti sama sekali, itu tokoh apa saja yang diperankan untuk lebih jelasnya silahkan dinikmati foto-fotonya dan ditebak tokoh apa saja itu.

Keren. Tapi ini tokoh apa ya?












Wiro Sableng dasar Sableng
















Copyright © arqu3fiq 2011

29 comments:

  1. wow, seruuuuuuu....!!!
    mau donk es Kaki Goori nya
    :D

    ReplyDelete
  2. @Penghuni 60 : Datang ke sini tak kasih es kaki goori yang banyak. Hehehehe...

    ReplyDelete
  3. penasaraan sama poster yang mas bilang kurang itu...

    ReplyDelete
  4. @Immanuel : Ya itu silahkan di lihat saja kawan.

    @R10 : Siapa itu bintang jav? saya tidak tahu.

    ReplyDelete
  5. kereeen... mantap gan, sayang nggak bisa liat gara" acara olimpiade d SMA 5..

    ReplyDelete
  6. kalo mbah mbah kita pejuang dulu liat gimana ya reaksinya?

    ReplyDelete
  7. Waduh mas...
    Gambarnya terlalu banyak! Loadning berat.

    ReplyDelete
  8. wah .. komplit postingannya kali ini, kayak lagi di sana saja karena banyak foto fotonya, thanks ya Ar

    btw, es kaki gori rasanya gimana Ar ? apa ya kayak es pasarah yg biasa dikasih sirup itu ?

    ReplyDelete
  9. @Ely : Iya mbak kayak es pasrah di kasih sirup, tapi di tambahi isi kacang merah, jelly, dan susu.

    ReplyDelete
  10. ikut di acara UNAIR kemaren ga? festival jepang jugaa

    ReplyDelete
  11. @teeyara45 : Nggak coz kecapekan, karena berturut-tutur dari BG-Jungction trus ke SMKN 6 Surabaya. Akhirnya yang di UNAIR gak ikutan.

    ReplyDelete
  12. wah keren2 tuh sob pengisi acaranya, jadi lebih surprise ya ketika pertama kali lihat posternya dengan nyatanya.. mungkin disitulah hebatnya, lebih baik memberi kan yang biasa namun dampak hasilnya lebih luar biasa :)
    oia salam kenal ya sob, sekalian ijin follow blog ini.. :)

    ReplyDelete
  13. @HEЯRY : Iya juga sih acaranya lebih baik dari pada posternya. Terima kasih atas kunjungnannya dan follow-nya. Salam kenal.

    ReplyDelete
  14. KEREEEEENNN...!!!

    *Belom pernah pergi ke fest buadaya jepang*
    *baru ngampus 6 bulan*
    LOL
    hahahaha
    #curcol

    pengen nyoba es seruutttt!!!!

    ReplyDelete
  15. @Aul : Wah...sudah kuliah toh. Selamat ya. Mau es Kaki Goori? Main ke Surabaya. Hehehehe...

    ReplyDelete
  16. Photo gambarnya bisa membuat cerita sendiri tuh Sob.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    ReplyDelete
  17. @Indra Kusuma : Iya terima kasih sudah berkunjung. Oh...Ejawantah toh...pernah dengar lupa-lupa ingat. Sorry ya.

    ReplyDelete
  18. Tapi menurut aku poster hitam putih nya keren, aku suka. ngingetin sama komik komik jepang elex media yang gw baca dulu waktu kecil hahahaa.....
    gw pernah dateng nih ke acara model gini di jakarta, seru ada upacara minum teh, ntar kita dipakein kimono trus diajarin. ada cara bikin moci. emang seru yah mengenal kebudayaan negara lain ^___^

    ReplyDelete
  19. wih asik banget festival nya. pengen kesana deh. jagoan nya yang foto bareng itu power ranger versi indonesia ya bro?

    tapi keren keren. miyabi ada ngak yah

    ReplyDelete
  20. @mila : Wah mila pernah datang ke acara seperti ini ya. Bagus kan.

    @Said Arsyad : Iya terima kasih kawan.

    @Bayu Hidayat : Wah saya tidak tahu, itu power ranger apa bukan. Huft...miyabi yeah?...kalau mau pesan, ada koq. Hehehehe...

    ReplyDelete
  21. andai saya ada disana... negara impian saya tuh... *takuya kimura mampir ga ya??* #pertanyaan tolol, acuhkan saja :)

    ReplyDelete
  22. jepang emang keren....
    indonesia harus banyak belajar bagaimana menginvasi budaya asing di negara asing....
    :P

    ReplyDelete
  23. saking banyaknya tulisan saya jadi males baca, hahahahaaa #piss

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...