Saturday, November 8, 2008

TPC diwawancarai Majalah ICT

Awalnya aku pergi menonton Quantum Of Solace bersama temanku pada hari jum'at malam (7/11). Kami memilih bioskop Cito 21 dengan alasan dekat dengan rumah temanku. Sesampainya di lobi Cito 21 kami langsung membeli tiket pertunjukan pada jam itu juga. Tapi apa yang terjadi? Aku tidak kebagian tiket pertunjukan pada jam itu juga. Begitu pula pada jam pertunjukan berikutnya tiket sudah habis terjual. Dan akhirnya terpaksa kami pulang dengan perasaan kecewa.

Tapi tidak dengan aku. Aku teringat dengan kru TPC yang akan di wawancarai oleh salah satu redaktur majalah ICT di Royal. Aku mencoba SMS salah satu kru TPC untuk menanyakan keberadaan mereka. Ternyata mereka kumpul di Cinema Cafe yang berada di lantai paling atas Royal persis depan bioskop Royal 21.

Perasaanku grogi bercampur malu saat melihat kru TPC sudah berkumpul dan di wawancarai oleh mbak-mbak dari redaktur majalah ICT. Dalam benakku haruskah aku ikut gabung bersama mereka atau tidak jadi. Tapi apa boleh buat aku sudah berada di antara mereka yang telah melihatku datang ke arah tempat itu. Mau tidak mau aku harus memberanikan diri untuk menyalami mereka semua tapi dengan perasaan grogi bercampur malu. Aku hanya kenal sebagian dari para kru TPC karena minggu lalu aku sudah ketemu mereka di gedung PMI dan sisanya aku tidak kenal mereka semua. Tapi suatu saat nanti aku pasti kenal semua kru TPC satu per satu.

Wawancara berlangsung dengan gaya santai. Aku mencoba untuk mendengarkan apa dari isi wawancara tersebut. Tapi aku kurang begitu mengerti meski sudah berusaha mendengarkan dengan seksama. Yang aku tangkap hanya menanyakan kegiatan apa saja yang TPC lakukan selama ini dan apa harapan TPC selanjutnya. Yah apa boleh buat mungkin karena aku datang terlambat apa karena si mbaknya yang kurang keras ngomongnya sehingga aku tidak kedengaran. Ya sudah yang penting aku datang dalam acara itu untuk menunjukkan bahwa aku juga bagian dari TPC. Acara selesai kira-kira pukul 21:00 WIB dan kami semua berpamitan pulang meninggalkan masing-masing.

Satu hal yang membuatku malu gabung di TPC selama ini, karena blogku masih gratisan sedang blog lainya sudah mempunyai domain pribadi. Sebenarnya aku pingin banget mempunyai domain pribadi tapi menurutku aku tidak perlu membeli hostingan dan domain pribadi, karena dilihat dari segi kepentinganya kayaknya aku tidak perlu membelinya. Aku juga kurang mengerti bagaimana mengatur blog supaya menjadi bagus dan bisa menarik pengunjung. Aku hanya bisa menjadikan blog sebagai hoby. Aku bisa menuangkan segalanya kedalam bentuk blog. Dan alasan kenapa aku gabung di TPC? Mungkin kalian sudah bisa menebak atau malas untuk menebaknya. Itu semua aku kembalikan pada kalian. Terima kasih TPC yang telah menerimaku untuk menjadi anggota.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...